Pages

Selasa, 15 Oktober 2013

SEJENAK MELIHAT KERAJINAN TENUN IKAT SIKKA

TENUNKU KERAJINAN DAERAHKU....

Kebiasaan masyarakat Sikka dalam kesehariannya dan tiap ceremony adat atau agama, selalu memakai kain tenun atau sarung adat. Sebutan U’tang Sikka untuk sarung perempuan dan lipa Sikka atau ragi Sikka untuk sarung laki-laki.
Jenis motif dan warna serta desain unsur tertentu masih harus dibagi lagi untuk peruntukan si pemakai dari strata apa, usia, jenis kelamin, untuk kegiatan apa, dan kapan waktu dipakai.
Jenis tenunan tsb terdiri dari: Kain tenun ikat, Kain tenun prenggi, Kain tenun liin, Kain tenun neleng, Kain tenun itor. Jenis kain adat artinya full motif yang “rich” terdiri dari hurang kelang ( jalur-jalur ikat dan non ikat) dan bermutu tinggi karena mempunyai nilai filosofi / pesan khusus dan prosesnya dengan upacara khusus dalam hampir tiap tahapan prosesnya. Lapisan-lapisan bagian motif yang disebut sebagai satu-kesatuan hurang kelang yang terdapat dalam suatu unsur kain tenun atau sarung berbeda tergantung pada jenis motifnya. Motif teridentifikasi pada bagian ina gete (main motif) yang merupakan nama dari motif kain tsb.
Hampir di tiap rumah tangga yang masih memegang unsur budaya adat yang diteruskan secara turun-temurun. Biasanya sang Ibu mengajarkan putrinya untuk menenun agar bisa menikah, karena secara adat perempuanlah yang wajib memberikan tenunan-tenunan yang bermutu bagi calon suaminya. Mutu dari kain tenun yang diberikan akan digantikan juga dengan emas Sikka yang disebut tibu, suatu bentuk khas emas Sikka yang bentuknya seperti vagina yang melambangkan kesuburan dan kehormatan yang ditatakan dengan unsur binatang dan tumbuhan atau manusia sebagai lambing three of life (tiga unsur kehidupan). Gelang gading sebanyak 1 set (terdiri dari 8 keping gelang gading dan 4 keping gelang perak) pun dibekali dari ibunda kepada putrinya sebagai lambang keperawanannya.
Proses pembuatannya juga sangat rumit dan butuh ketelitian tinggi dalam menuangkan imajinasi karena desain suatu motif tanpa digambarkan terlebih dahulu dalam suatu pola tetapi secara langsung dituangkan secara imajinatif yang akan terbentuk suatu pola motif yang dituju. Penasaran kan? Yuk cekidot gan





Pewarnaan


Pewarna yang digunakan tergantung dari dominasi tumbuhan yang tumbuh sebagai habitat di daerah tersebut. Cz pewarna kain ikat ini bersumber dr pewarna alami Proses pewarnaannya pun merupakan unsur seni dalam memadukan kombinasi warna yang sudah secara lazim dihasilkan. Ada yang warna tunggal dan warna kombinasi bersusun. Paduan warna ada yang double color, yang tentu saja dlm pengerjaannya makin rumit dan membutuhkan waktu yang lama karena disertai upacara khusus dan keberadaan pantangan-pantangan tertentu bagi si penenun agar hasilnya sempurna.














Tidak ada komentar: